Shofwan Karim dan Buku 2020

Shofwan Karim menulis buku tahun 2020 dan 2023. Segera akan terbit buku baru 2026 kolaborasi dengan Efri Yoni Baikoeni, Membangun Kembali Kauman dengan Fondasi Keikhlasan: Biografi Abdul Muin Saidi (1918-1966)

Pada Selaasa, 22 Desember 2020 diluncurkan dua buku  (Luring dan Daring) yang diterbitkan oleh UMSB Press. Buku pertama, Islam sebagai Dasar Negara, Polemik Natsir versus Sokarno. Kedua, In Memorial 68 Tahun Shofwan Karim, Melukis di Atas Awan.

Pada Tahun 2023 Buku ketiga diterbitkan oleh Amerta Media Tahun 2023, yaitu Islam dan Nasionalisme Pemikiran, Mohammad Natsir.

Informasi lenkap, sebagai ditayangkan  bakaba.co sebagai berikut.

| Padang | Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) meluncurkan dan membedah dua buku sekaligus secara virtual, 18 Desember 2020. Buku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar Buya Dr. Drs. H. Shofwan Karim, BA, MA tersebut, berjudul “Islam sebagai Dasar Negara: Polemik antara Mohammad Natsir versus Soekarno” dan “68 Tahun Melukis di Atas Awan: Memoar Biografi Dr. Shofwan Karim”.

Peluncuran dan bedah buku terbitan UMSB Press tersebut dihadiri dosen dan sivitas akademika UMSB serta warga Muhammadiyah Sumbar. Acara yang dibuka Rektor UMSB Dr. Riki Saputra MA itu menghadirkan beragam pembicara baik dari dalam maupun luar negeri.

Ketua DPD RI 2009-2016, Irman Gusman, SE, MBA

Collapse )
JPG

Puasa, Ibadah Universal

Oleh Shofwan Karim

Puasa sebagai ibadah universal yang dimaksud di sini adalah ritual agama yang dilaksanakan oleh pemeluk berbagai agama samawi bahkan agama-agama lain yang disebut ardhi atau agama bumi.

Samawi dan Ardhi. Agama samawi dalam teks dan konteks adalah agama yang memiliki wahyu dari Allah diturunkan kepada Rasul-rasulnya. Lalu Kumpulan wahyu itu terkompilasi di dalam kitab-kitab suci mereka. Maka di dalam disiplin ini dikenal suhuf-suhuf kepada para Rasulullah lainnya dan kitab zabur, injil dan al-Quran kepada Rasulullah, Nabi Daud, AS, Nabi Isa AS dan Nabi Muhammad SAW.

Ibadah puasa sebagai ibadah universal dinyatakan di dalam Al-Quran, Al Baqarah (2): 183

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Puasa adalah praktik ibadah universal yang ditemukan dalam hampir seluruh tradisi agama dan kepercayaan besar di dunia, bukan hanya dalam Islam. Secara umum, puasa dilakukan dengan menahan diri dari makan, minum, atau kesenangan duniawi lainnya untuk tujuan spiritual, disiplin diri, atau penyucian jiwa.

Agama Islam mewajibkan umatnya  menjalankan puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketakwaan (taqwa), merasakan penderitaan mereka yang kekurangan, dan melatih kendali diri.

Collapse )

Pramurukti di Sebuah Taman, Lansia di Taiwan

Inspirasi:

Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku. (QS Taha, 20:39)

Oleh Shofwan Karim

Sumber daya manusia (SDM) yang telah lulus pendidikan atau pelatihan untuk melakukan pendampingan pada seseorang yang tidak mampu merawat dirinya sendiri, baik sebagian atau keseluruhan karena keterbatasan fisik atau mental, disebut caregiver

Pada narasi lain, perawat seorang yang lanjut usia (Lansia) disebut pula careworker. Ia merupakan seseorang yang bertugas membantu mengurus keperluan pribadi lansia yang memiliki keterbatasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini mengingat mulai melemahnya fungsi jasmani dan rohani para Lansia.

Di Indonesia disebut pramurukti. Orang yang mampu merawat, mendampingi Lansia, butuh skill dan kesabaran. Mungkin banyak yang baru mendengar istilah pramurukti. Ternyata pramurukti ini merupakan sebuah pekerjaan perawat. Bukan perawat biasa, tetapi perawat lansia atau manula yang sehat ataupun sakit. Itulah antara lain narasi Google tentang perawat penduduk senior di berbagai negara dunia. Untuk kosa kata Pramurukti, khusus istilah di Indonesia.

Selain itu para Lansia di sini yang sehat wal afiat selalu produktif bekerja sesuai dengan kemampuannya. Bekerja di berbagai sektor dan bidang yang relevan dengan bakat, minat dan skill mereka. Banyak pula yang menjadi relawan pada berbagai pusat palayanan publik. 

Kebiasaan Jalan Kaki

Pagi ini Kamis, 13 Juni 2024 Atuak mengantar cucunya ke Pra School Binjiang Municipality. Ini rutin dilakukannya sejak beberapa waktu lalu. Lalu meneruskan kebiasaannya jalan kaki. Targetnya 7500 langkah yang ia setting di gadget.

Secara standar kata internet, harusnya 10.000 langkah seperti ada di aplikasi iPhone miliknya. Seperti biasa target itu ada yang tercapai ada yang mendekati dan ada yang separuhnya atau bahkan seperempatnya.

Ini tergantung mood (suasana hati), cuaca dan temperatur atau suhu udara yang sedang berlangsung. Atuak yang 12 Desember ini 72 th menurut KTP. Sementara menurut almh Ibunya setelah disesuaikan dengan Google Calender 8 tahun lalu, usia Atuak 12 Ramadhan 1445 lalu sudah 75 tahun.

Atuak selain dan di sela waktu jalan kaki, kadang meracak sepeda uBike sewaan. Belakangan pernah sampai 45 km. Ia telusuri taman sepanjang Sungai Keelung. Lebih jauh, bahkan sempat menyeberang ke muara Sungai Tamsui. Itu artinya Atuak Gowes dipinggiran dua kota. Taipei dan New Taipei.

Atuak mengulang jalan kaki di sebuah taman di sekitar kediamannya. Kebiasaan itu Ia lakukan sejak 3 bulan belakangan. Kali ini Atuak berjumpa dengan 4 orang yang sedang berhenti di depan bangku-bangku taman.

Ada satu bangku yang di atasnya ada wanita dan pengasuhnya memegang tangan kursi dorong dari belakang. Satu orang duduk dan satu lagi berdiri.

Caregiver, Careworker atau Pramurukti

Atuak mengatakan, “nihau”-halo. Mereka serempak menjawab, “halo”. Tiba-tiba yang memegang dorongan kursi roda bilang, dari Indonesia?. Dengan anggukan, Atuak bilang, permisi boleh ikut duduk? Lalu diterjemahkan ke Bahasa simple Mandarin oleh wanita dan otomatis mereka memperslahkan Atuak duduk.

Ternyata Pramurukti yang wanita usia muda itu adalah mereka yang bertugas mendampingi client atau tepatnya asuhan. Yang satu wanita berjilbab mengaku berasal dari Jakarta. Ia mendampingi wanita yang bisa jalan dengan baik. Usia yang didampinya 78 tahun.

Dan yang duduk dikursi roda berusia 60 tahun. Tampak wajahnya masih muda tetapi mungkin ada kendala fisik lainnya. Ini diasuh oleh wanita yang mengaku berasal dari Jawa Barat. Kedua wanita Caregiver, Careworker atau Pramurukti itu, diperkirakan berusia 40-an tahun.

Belum ditemukan data berapa banyak Pramurukti WNI yang berkerja di antara 270 ribu pekerja migran Indonesia di Pulau Formosa ini. Akan tetapi melihat komposisi usia dan harapan hidup penduduk Taiwan tentulah sangat banyak. Meski tenaga kerja migran bukan hanya dari WNI tetapi juga dari WN lainnya, terutama negara ASEAN.

Usia Harapan Hidup

Dalam kaitan ini ada baiknya ditengok gambaran usia harapan hidup orang Taiwan seperti dapat dibaca pada kutipan berikut .

Kementerian Dalam Negeri Taiwan mengumumkan “Usia hidup warga Taiwan tahun 2020”, rata-rata usia hidup warga Taiwan untuk tahun 2020 adalah 81,3 tahun. Apabila dilihat dari gender, rata-rata usia hidup pria 78,1 tahun dan perempuan 84,7 tahun. Dari 6 kota besar di Taiwan, Kota Taipei yang menjadi Ibukota Taiwan memiliki rata-rata usia hidup warga yang paling tinggi yaitu 84,1 tahun, dan berangsur menurun seiringan dengan semakin mengarah ke bagian selatan Taiwan.”

Kementerian Dalam Negeri menyampaikan, seiring dengan semakin tingginya standar kesehatan medis, semakin diperhatikannya keamanan produk makanan, meningkat tingginya kualitas hidup dan kesadaran berolah raga serta lainnya, sehingga beberapa tahun terakhir ini rata-rata usia hidup warga Taiwan semakin meningkat, dari tahun 2010 yang usia hidup rata-rata hanya 79,2 tahun hingga tahun 2020 meningkat menjadi 81,3 tahun, hal ini memperlihatkan semakin panjang umur hidup warga Taiwan. Dibandingkan dengan rata-rata global, usia hidup warga Taiwan untuk pria dan perempuan lebih tinggi yaitu untuk pria lebih tinggi 7,9 tahun dan untuk perempuan lebih tinggi 9,7 tahun.

https://id.rti.org.tw/news/view/id/97990. Akses, 13/06/2024 pukul 12.27 WT

Lansia Produktif

Melihat Lansia Taiwan akan lebih mudah di pagi atau sore hari. Mereka banyak di taman-taman yang bertebaran di hampir semua pojok kota. Yang naik kursi roda dorong atau mesin otomatis tidak seberapa.

Lebih banyak lagi mereka yang berjalan sendiri, dengan pasangan bahkan yang tua-tua lari marathon bukan pemandangan aneh di sini. Begitu pula mereka yang bersepeda. Ramai lagi di sekeliling danau dan sungai berlari di jalur jogging track dan jalan kaki serta meracak sepeda jalur sepeda khsusus ada di mana-mana.

Selain itu para Lansia di sini yang sehat wal afiat selalu produktif bekerja sesuai dengan kemampuannya. Bekerja di berbagai sektor dan bidang yang relevan dengan bakat, minat dan skill mereka. Banyak pula yang menjadi relawan pada berbagai pusat palayanan publik.***

Petugas Imigrasi Phnom Penh Kamboja

Saya tak punya 20 Dollar US untuk Visa on Arrival April 2008 di Phnom Penh. Dalam pikiran sebagai sesama anggota Asean, tidak perlu. Akan tetapi 16 tahun lalu di Kamboja belum berlaku bebas visa 1 bulan di berbagai negara Asean. Untungnya seorang teman yang sama diundang untuk satu agenda di Kamboja, membantu negosiasi. Teman itu sudah duluan keluar. Entah bagaimana caranya, saya pun dibebaskan. Ternyata teman saya tadi seorang yang hebat. Sekarang teman itu menjadi orang penting. Saya ucapkan meta terimakasih kepada teman hebat ini. (Dok Pribadi)
Saya tak punya 20 Dollar US untuk Visa on Arrival April 2008 di Phnom Penh. Dalam pikiran sebagai sesama anggota Asean, tidak perlu. Akan tetapi 16 tahun lalu di Kamboja belum berlaku bebas visa 1 bulan di berbagai negara Asean. Untungnya seorang teman yang sama diundang untuk satu agenda di Kamboja, membantu negosiasi. Teman itu sudah duluan keluar. Entah bagaimana caranya, saya pun dibebaskan. Ternyata teman saya tadi seorang yang hebat. Sekarang teman itu menjadi orang penting. Saya ucapkan meta terimakasih kepada teman hebat ini. (Dok Pribadi)

Memori Opini:

Mari Mendinginkan Dulu

Ritual Kendi Nusantara Menuai Polemik di Sumbar, Muhammadiyah: Mari ”Mendinginkan” Dulu

Covesia.com – Hadirnya Gubernur Mahyeldi dengan membawa air dan tanah dari Sumatera Barat dalam Ritual Kendi Nusantara di daerah IKN menimbulkan berbagai pro dan kontra di provinsi itu. Ketua Majelis Ulama setempat berkomentar keras, jika yang dilakukan Gubernur dari PKS itu menyalahi akibdah sebagai seorang Muslim.

Menanggapai hal demikian, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar, Shofwan Karim mengajak semua pihak untuk tenang dulu. Ia berharap polemik tersebut sediktit reda.

Sementara, Shofwan mengungkapkan masih memperlajari masalah ritual kendi nusantara tersebut. “Saya masih mempelajarinya,” ungkapnya kepada Covesia.com, Kamis (17/3/2022).

Dia juga masih mempertanyakan, apakah istilah “ritual” berasal dari istana atau dibuat oleh media.

Jika melihat istilah, katanya, ritual dapat diartikan sebagai upacara yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan. Begitu juga dalam kamus “Webster” juga dikaitkan dengan keagamaan atau ibadah.

Secara akademik, lanjutnya, ritual memang berkaitan secara keagaaman. “Kalau tidak menyangkut ke agama, itu seremoni,” imbuhnya.

Dia masih menyatakan masih ragu apakah yang dikatakan “ritual” dalam kontek acara IKN tersebut menyangkut ke ranah ibadah agama atau hanya prosesi semata.

Sementara, dia berpendapat, istilah ritual bukan sekaitan ibadah agama semata, melainkan juga bisa dalam berbagai hal, misalnya prosesi ritual pernikahan.

Collapse )

Politisi Besar Hidung dan Patah Arang

 

Shofwan Karim, 2024 (Ist)
Shofwan Karim, 2024 (Ist)

Shofwan Karim, 15 Maret 2024 (Foto Dok)

Politisi Besar Hidung dan Patah Arang

Oleh Shofwan Karim

Pra pencoblosan  Pilpres dan Pileg-Pemilu 14 Februari 2024  kemarin, ada 17 nama tokoh yang direkomendasi PWM Sumbar untuk dipilih warganya sebagai kader politik yang harus dimenangkan.  Pada dokumen yang ada di Penulis terdapat nama-nama Andre Rosiade, Sadiq Pasadigu, Alex Lukman, Guspardi Gaus,  Darul Siska, Mulim Yatim, Jelita Donal ( Fatullah) dan 10  lainnya.  

Pasca Pilpres dan Pemilu itu, khusus Pileg tentu ada tokoh politik yang sumbringah. Sebaliknya ada yang loyo. Secara umum, di antara mereka ada tokoh politisi yang berasal dari warga dan pimpinan Muhammadiyah sesuai starata tingkatannya. 

Esai singkat ini menyumbang-saran untuk tidak “besar hidung”  bagi yang sukses dan   patah arang , apalagi  putus asa di dalam berpolitik  bagi kalangan tertentu. 


Muhammadiyah dan Politik

Muhammadiyah pada dasarnya memberikan rambu-rambu untuk ini.  Sejak Muktamar Ujung Padang (Sekarang Makassar) 1971 hingga tanwir-tanwir Muhammadiyah di Denpasar, Bali Januari 2002; Makassar Juni 2003; Mataram, Desember 2004 dan Muktamar, Malang Juli 2005, terakhir Muktamar Solo, Juli 2022, berturut-turut terkristal abstraksi peranan warga Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa-beernegara  secara mendasar. 


Collapse )