Inspirasi:
Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku. (QS Taha, 20:39)
Oleh Shofwan Karim
Sumber daya manusia (SDM) yang telah lulus pendidikan atau pelatihan untuk melakukan pendampingan pada seseorang yang tidak mampu merawat dirinya sendiri, baik sebagian atau keseluruhan karena keterbatasan fisik atau mental, disebut caregiver
Pada narasi lain, perawat seorang yang lanjut usia (Lansia) disebut pula careworker. Ia merupakan seseorang yang bertugas membantu mengurus keperluan pribadi lansia yang memiliki keterbatasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini mengingat mulai melemahnya fungsi jasmani dan rohani para Lansia.
Di Indonesia disebut pramurukti. Orang yang mampu merawat, mendampingi Lansia, butuh skill dan kesabaran. Mungkin banyak yang baru mendengar istilah pramurukti. Ternyata pramurukti ini merupakan sebuah pekerjaan perawat. Bukan perawat biasa, tetapi perawat lansia atau manula yang sehat ataupun sakit. Itulah antara lain narasi Google tentang perawat penduduk senior di berbagai negara dunia. Untuk kosa kata Pramurukti, khusus istilah di Indonesia.
Selain itu para Lansia di sini yang sehat wal afiat selalu produktif bekerja sesuai dengan kemampuannya. Bekerja di berbagai sektor dan bidang yang relevan dengan bakat, minat dan skill mereka. Banyak pula yang menjadi relawan pada berbagai pusat palayanan publik.
Kebiasaan Jalan Kaki
Pagi ini Kamis, 13 Juni 2024 Atuak mengantar cucunya ke Pra School Binjiang Municipality. Ini rutin dilakukannya sejak beberapa waktu lalu. Lalu meneruskan kebiasaannya jalan kaki. Targetnya 7500 langkah yang ia setting di gadget.
Secara standar kata internet, harusnya 10.000 langkah seperti ada di aplikasi iPhone miliknya. Seperti biasa target itu ada yang tercapai ada yang mendekati dan ada yang separuhnya atau bahkan seperempatnya.
Ini tergantung mood (suasana hati), cuaca dan temperatur atau suhu udara yang sedang berlangsung. Atuak yang 12 Desember ini 72 th menurut KTP. Sementara menurut almh Ibunya setelah disesuaikan dengan Google Calender 8 tahun lalu, usia Atuak 12 Ramadhan 1445 lalu sudah 75 tahun.
Atuak selain dan di sela waktu jalan kaki, kadang meracak sepeda uBike sewaan. Belakangan pernah sampai 45 km. Ia telusuri taman sepanjang Sungai Keelung. Lebih jauh, bahkan sempat menyeberang ke muara Sungai Tamsui. Itu artinya Atuak Gowes dipinggiran dua kota. Taipei dan New Taipei.
Atuak mengulang jalan kaki di sebuah taman di sekitar kediamannya. Kebiasaan itu Ia lakukan sejak 3 bulan belakangan. Kali ini Atuak berjumpa dengan 4 orang yang sedang berhenti di depan bangku-bangku taman.
Ada satu bangku yang di atasnya ada wanita dan pengasuhnya memegang tangan kursi dorong dari belakang. Satu orang duduk dan satu lagi berdiri.
Caregiver, Careworker atau Pramurukti
Atuak mengatakan, “nihau”-halo. Mereka serempak menjawab, “halo”. Tiba-tiba yang memegang dorongan kursi roda bilang, dari Indonesia?. Dengan anggukan, Atuak bilang, permisi boleh ikut duduk? Lalu diterjemahkan ke Bahasa simple Mandarin oleh wanita dan otomatis mereka memperslahkan Atuak duduk.
Ternyata Pramurukti yang wanita usia muda itu adalah mereka yang bertugas mendampingi client atau tepatnya asuhan. Yang satu wanita berjilbab mengaku berasal dari Jakarta. Ia mendampingi wanita yang bisa jalan dengan baik. Usia yang didampinya 78 tahun.
Dan yang duduk dikursi roda berusia 60 tahun. Tampak wajahnya masih muda tetapi mungkin ada kendala fisik lainnya. Ini diasuh oleh wanita yang mengaku berasal dari Jawa Barat. Kedua wanita Caregiver, Careworker atau Pramurukti itu, diperkirakan berusia 40-an tahun.
Belum ditemukan data berapa banyak Pramurukti WNI yang berkerja di antara 270 ribu pekerja migran Indonesia di Pulau Formosa ini. Akan tetapi melihat komposisi usia dan harapan hidup penduduk Taiwan tentulah sangat banyak. Meski tenaga kerja migran bukan hanya dari WNI tetapi juga dari WN lainnya, terutama negara ASEAN.
Usia Harapan Hidup
Dalam kaitan ini ada baiknya ditengok gambaran usia harapan hidup orang Taiwan seperti dapat dibaca pada kutipan berikut .
Kementerian Dalam Negeri Taiwan mengumumkan “Usia hidup warga Taiwan tahun 2020”, rata-rata usia hidup warga Taiwan untuk tahun 2020 adalah 81,3 tahun. Apabila dilihat dari gender, rata-rata usia hidup pria 78,1 tahun dan perempuan 84,7 tahun. Dari 6 kota besar di Taiwan, Kota Taipei yang menjadi Ibukota Taiwan memiliki rata-rata usia hidup warga yang paling tinggi yaitu 84,1 tahun, dan berangsur menurun seiringan dengan semakin mengarah ke bagian selatan Taiwan.”
Kementerian Dalam Negeri menyampaikan, seiring dengan semakin tingginya standar kesehatan medis, semakin diperhatikannya keamanan produk makanan, meningkat tingginya kualitas hidup dan kesadaran berolah raga serta lainnya, sehingga beberapa tahun terakhir ini rata-rata usia hidup warga Taiwan semakin meningkat, dari tahun 2010 yang usia hidup rata-rata hanya 79,2 tahun hingga tahun 2020 meningkat menjadi 81,3 tahun, hal ini memperlihatkan semakin panjang umur hidup warga Taiwan. Dibandingkan dengan rata-rata global, usia hidup warga Taiwan untuk pria dan perempuan lebih tinggi yaitu untuk pria lebih tinggi 7,9 tahun dan untuk perempuan lebih tinggi 9,7 tahun.
https://id.rti.org.tw/news/view/id/97990. Akses, 13/06/2024 pukul 12.27 WT
Lansia Produktif
Melihat Lansia Taiwan akan lebih mudah di pagi atau sore hari. Mereka banyak di taman-taman yang bertebaran di hampir semua pojok kota. Yang naik kursi roda dorong atau mesin otomatis tidak seberapa.
Lebih banyak lagi mereka yang berjalan sendiri, dengan pasangan bahkan yang tua-tua lari marathon bukan pemandangan aneh di sini. Begitu pula mereka yang bersepeda. Ramai lagi di sekeliling danau dan sungai berlari di jalur jogging track dan jalan kaki serta meracak sepeda jalur sepeda khsusus ada di mana-mana.
Selain itu para Lansia di sini yang sehat wal afiat selalu produktif bekerja sesuai dengan kemampuannya. Bekerja di berbagai sektor dan bidang yang relevan dengan bakat, minat dan skill mereka. Banyak pula yang menjadi relawan pada berbagai pusat palayanan publik.***